Wednesday, October 13, 2010

Pengabdian Demi Pamrih

Hari ini Rabu 13 Oktober 2010, aku datang untuk mendengar sebuah pengumuman. Pengumuman mengenai siapa-siapa saja yang akan menjadi wakil fakultas di turnamen voli hari ulang tahun institut besok. Sekedar info saja, aku hobi main voli, dan tentu saja aku sangat mencintai voli.

Sejak kemarin memang aku gak berharap namaku disebut menjadi salah satu pemain. Bisa dibilang aku tahu namaku gak bakalan disebut. Ya, aku menyadari sesuatu di hari terakhir latihan. Bapak pelatih –yang sampai sekarang tidak aku ketahui namanya- berkali-kali menatapku untuk menyuruhku datang besok sore (hari ini). Datang mendengarkan nama-nama siapa saja yang akan bermain mewakili fakultas. Datang dan tidak perlu kecewa, karena semua akan menerima sesuatu yang menarik. Dan benar juga, besoknya (hari ini) aku datang.

Hari ini tidak ada latihan, kami cuma bertemu untuk membahas mengenai siapa yang dimainkan dan siapa yang tidak. Pelatih itu berkata kurang lebih seperti ini, “Terima kasih atas waktu yang telah teman-teman luangkan untuk datang hari ini. Bagi teman-teman yang tidak terpilih menjadi pemain jangan kecewa, ini ada sedikit pemberian dari fakultas, bisa dibilang uang bensin, atas pengorbanan kalian jauh-jauh ke sini untuk latihan. Penghargaan juga karena kita bisa berangkat mewakili fakultas besok diawali dari adanya komunitas voli ini. Jangan berkecil hati, karena ini semua demi kemajuan fakultas. Besok yang tidak terpilih tetap datang ya mendukung teman-temannya yang akan main.” Lagi-lagi pak pelatih bicara sambil sesekali menatap mataku. “Dyah, maaf ya! Ini tolong diterima, jangan kecewa ya.” Ia menyebutkan ama temanku sambil memberikan sebuah amplop. Aku kira namaku yang akan disebut. Tidak lama kemudian, pelatih itu menyebutkan sebuah nama. “Anggie, gakpapa ya! Ini tolong diterima.” Ya namaku baru saja disebut, ia juga memberikan sebuah amploh padaku. Ya, aku juga termasuk mahasiswa yang tidak masuk dalam tim. Kemudian ia memberikan amplop-amplop berisi uang untuk dititipkan kepada teman-teman lain yang tidak masuk dalam tim.

Seorang temanku langsung pulang setelah pengumuman itu. Aku pun ingin demikian tapi tidak bisa karena kendaraanku dipinjam seorang teman saat itu. Kecewa pasti jelas terasa di benak kami yang tersingkir dari tim. Tapi rasa kesal lebih terasa di hati kami. Hanya 7 teman kami yang terpilih. Aku tidak merasa iri dengan 7 temanku terpilih karena menurutku mereka memang layak masuk di tim. Tapi 5 orang yang lain menurutku kurang pantas masuk di tim. Beberapa dari mereka jarang datang latihan, walaupun ada yang rajin, menurutku ada, banyak malah, yang lebih baik dari mereka. Passingnya tidak terlalu bagus, lari saja tidak bisa karena mungkin puluhan tahun lebih tua dari kami (mereka ini adalah karyawan dan mahasiswa2 pascasarjana di fakultasku). Kami jelas bertanya-tanya, kenapa mereka masuk dalam tim??

Kami jelas berpikir apa kami kurang baik dari mereka, tapi dengan segala kerendahan hati, kami tahu kami lebih layak masuk tim, stamina kami juga bisa dipastikan jauh lebih baik. Benarkah mereka adalah pemain-pemain terbaik yang dimiliki fakultas untuk bertanding besok? Benarkah ini semua demi memajukan nama baik fakultas di institut?

Sebenarnya jawaban dari pertanyaan di atas sangat mudah dijawab. Turnamen besok merupakan turnamen terbesar di institut kami. Masuk mewakili fakultas saja sudah dijamin akan mendapat uang bensin yang layak. Hahaha, gak bisa dibilang uang bensin lagi sih. Apalagi kalau menjuarai turnamen besok, sudah pasti uang bensin itu akan ditambah dengan bonus. Ya, mereka hanya datang demi uang. Jadi sangat BULLSHIT!! kalau mereka dibilang orang-orang pilihan yang akan bermain demi mengharumkan nama fakultas.

Buktinya apa? Ke mana mereka saat pekan olahraga institut?? Bukannya di sana mereka juga berpeluang mengharumkan nama fakultas? Apa karena hadiahnya gak seberapa dibanding turnamen besok? Apa mereka-mereka yang lebih tua itu tidak malu mematahkan semangat jiwa muda kami hanya demi mengejar uang sekian rupiah?? Mereka orang-orang bekerja, mahasiswa-mahasiswa berbeasiswa, sedangkan kami hanya mahasiswa muda yang masih ngekost dan jauh dari orang tua.

Ini hanya segelintir cerita mengenai betapa berpengaruhnya usia tua untuk lebih dihargai. Seperti sebuah iklan yang berslogan “YANG TUA YANG BICARA”. Mereka yang tua kadang tidak bisa menjadi contoh yang baik. Di kasusku, mereka bekerja sama merekayasa nama-nama pemain tim demi uang hadiah. Dalam sebuah klab voli fakultas saja, masih ada yang disebut nepotisme bahkan bisa dikatakan budaya korupsi. Miris memang.

Aku hanya berharap teman-temanku besok dapat bermain bagus dan menyumbangkan gelar juara demi fakultas. Aku juga berharap aku dan teman-temanku, bisa berbesar hati untuk datang besok pagi mendukung kalian yang terpilih. Dan untuk hari esok, aku berharap kita dapat berjuang bersama lagi di turnamen selanjutnya.

SEMANGAT TEMAN!! AKU SELALU MENDUKUNGMU! SAMPAI JUMPA LAGI!!

21 komentar:

Anonymous said...

hahahaha
motor nya aku bawa..
ampuuun

Anonymous said...

At all I do not know, as to tell eblinsophiga.blogspot.com

eblin said...

motor siapa yang dibawa???
hehehe

@all:
thx for leave a comment

Anonymous said...

that sound good eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

that sound good eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

that sound good eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

that was a good thing eblinsophiga.blogspot.com

eblin said...

please leave yer id,so i'll get connection with you

Anonymous said...

that was agood job eblinsophiga.blogspot.com

eblin said...

well,thankyou mr.anonymos

Anonymous said...

that was a good thing @hostname

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

that was a good thing eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

good shared eblinsophiga.blogspot.com

Anonymous said...

that was a good thing eblinsophiga.blogspot.com