Menulis cerita ini cukup mengerikan bagiku, jadi aku tidak menyebutkan nama asli tokoh2 yang berkaitan dengan cerita ini,, hanya menyebutkan inisialnya saja.. cerita ini berdasarkan kisah nyata dan ditulis dengan sejujur-jujurnya.. jadi aku harap tulisan ini tidak menyinggung pihak manapun..
Selasa sore, sekitar jam 15.00 WIB, 2 hari yang lalu, aku pulang mengendarai sepeda motor.. hari yang sepi karena matahari begitu terik sehingga orang-orang tidak berharap meninggalkan rumahnya apalagi hari itu bulan puasa.. walaupun aku tidak ikut menjalankannya
Sedikit lagi aku akan sampai di rumah.. di depan sana sudah terlihat gang masuk rumahku.. aku ingin segera sampai di rumah dan meneguk segelas sirup jeruk yang segar..
Namun bayangan itu sirna setelah dari kejauhan di depan rumahku terlihat kerumunan orang dan sebuah mobil ambulan putih.. Jantungku berdegup kencang,, pikiran-pikiran negatif segera memasuki otakku,, aku berpikir apa yang terjadi dengan ayah atau ibuku,, kenapa aku tidak diberitahu jika sesuatu memang menimpa keluargaku..
Aku mendekat lagi dan melihat lebih jelas bahwa mobil ambulan itu ternyata tidak berhenti tepat di depan rumahku.. aku sedikit lega.. tapi mobil itu di parkir di depan rumah tetangga depanku..aku berpikir apa yang sedang terjadi.. sesuatu yang pasti tidak menyenangkan.. aku melihat banyak orang berbisik-bisik dan beberapa terlihat sedih.. aku semakin khawatir dan penasaran..
Karena aku tidak bisa melewati kerumunan orang itu,, aku putuskan untuk mengambil jalan memutar,, padahal sedikit lagi aku sampai di rumah..
Sampai di rumah aku segera melepas helmku dan mencari ibu,, aku menanyakan apa yang terjadi?? ibu menjawab bahwa pak S tetangga kami tewas bunuh diri.. aku langsung syok dan tidak menyangka hal ini bisa terjadi pada beliau.. tewasnya sejak hari senin pagi tapi baru diketahui sore ini..
Aku segera pergi keluar rumah untuk mengetahui apa yang membuat beliau bertindak senekat itu.. aku sudah lupa pada sirup jeruk segar yang menungguku.. lalu aku bertemu teman sebayaku Ayu, yang ternyata adalah saksi utama yang mengetahui kejadian ini terlebih dahulu.. ia dipanggil oleh bu S, istri pak S yang bermaksud mengambil barangnya yang tertinggal di rumah,, waktu itu beliau sedang cek-cok dengan pak S sehingga memutuskan pisah rumah.. kecek-cokan itu juga berawal dari kegelisahan bu S yang katanya tidak nyaman setiap hari didatangi oleh penagih hutang karena utang pak S yang mencapai ratusan juta..
Aku sedikit tidak percaya karena pak S adalah orang yang baik dan taat beribadah,beliau kerap kali menjadi imam di masjid belakang rumah, beliau juga seorang pegawai negeri sipil yang menurutku cukup mapan,, buktinya ia memiliki mobil dan supir pribadi.. bagaimana mungkin ia berhutang segitu banyak.. lagipula pak S adalah seorang pegawai pemprov yang sudah menduduki golongan ekselon 4..menurutku gajinya cukup tinggi,, putri semata wayangnya juga masih kecil.. jadi buat dibuat apa hutang itu.. pertanyaan yang terus menerus timbul ini segera terjawab...
Seorang polisi yang mengantar seorang ibu dokter ke rumah pak S singgah ke rumahku untuk duduk di teras..ayahku pun menyambutnya dengan baik.. kalau tidak salah pak polisi itu bernama R..terlihat di badge nama di dada kanannya.. ia merokok bersama ayahku.. aku tertawa dalam hati ternyata banyak juga orang yang tidak puasa.. dengan lantang ia berkata "48 tahun".. ya itu usia pak S.. ayahku menimpali "wah ternyata masih lebih tua saya,umur saya 52 tahun".. polisi itu sedikit mengangguk.. lanjut ayahku"masalah hutang pak,, katanya hampir 1 M sampai nekat bunuh diri".. sambil sedikit memelankan suaranya tapi menurutku tetap terdengar lantang, polisi itu menjawab"Homoseks pak, gak mungkin cuma karena hutang nekat bunuh diri" aku masih tidak percaya apa yang baru saja dikatakan polisi itu.. homoseks??tapi sepenglihatanku penampilan pak S memang cukup menarik,, kulitnya putih dan posturnya flamboyan,, cukup cocok dengan imej lelaki gay,, tapi tetap saja masih tidak percaya,, "benar bapak-bapak di perumahan ini cukup tau orientasi seksual pak S" ujar ayahku padaku sepeninggalan polisi itu.."tapi jangan bilang siapa-siapa ya".. aku pikir aku tidak akan mengatakannya karena memang di lingkungan ini umumnya di negara indonesia,, golongan gay-lesbian belum diakui keberadaannya danjika banyak yang tahu hal ini yang sebenarnya menimpa pak S pasti tidak sedikit yang mencibir keluarga pak S.. lalu darimana hutang itu?apa hubungannya dengan orientasi seksual pak S?? ayahku berkata "mungkin saja dia jatuh cinta sama pacarnya,, tapi jatuh cinta sama orang yang gak benar,, terus pak S dikuras sedikit demi sedikit hartanya.."wah,mengenaskan sekali pikirku..
Beberapa hal yang mungkin menambah buruk pikiran dan harapan pak S sehingga nekat bunuh diri adalah:
Pada malam tirakatan, pak S duduk bersama bapak-bapak dan warga sekitar..kemudian para penagih hutang dengan tubuh yang besar-besar menyita mobil pak S,,hal ini sontak mengejutkan warga karena kondisi keluarga pak S yang mapan dan terlihat adem-adem saja memiliki masalah hutang seperti itu.. pak S mungkin merasa malu mobilnya di sita di depan para tetangganya..
Istri pak S yang memutuskan meninggalkan pak S karena tidak tahan melihat keluarganya didatangi penagih hutang setiap hari dan mungkin juga tidak tahan dengan rumah tangganya yang kurang harmonis..
detik-detik menjelang kematian pak S menyebutkan pada Senin subuh setelah sholat di masjid belakang rumah, pak S yang terlihat galau mendatangi pak A untuk meminta bantuan yaitu sedikit pinjaman uang, namun pak A menolak menolong pak S dengan alasan sedang memperbaiki rumahnya.. hal ini adalah mungkin adalah harapan bagi pak S karena hari itu adalah batas tenggat waktu yang diberikan oleh penagih hutang..
Di samping itu pak S memendam masalahnya sendiri atas penyakit yang selama ini dideritanya yang ia rasa tidak sanggup ia bagi dengan orang lain karena rasa malu yang teramat sangat, yaitu orientasi seksualnya..
Akhirnya senin subuh dengan masih mengenakan pakaian gamis beliau memutuskan menggantung dirinya dengan seutas tali tampar putih yang diikatkan di pegangan anak tangga lantai dua.. beliau mengkahiri hidupnya sendiri..
Cerita ini ditulis dengan harapan tidak ada lagi orang-orang yang mirip dengan pak S mengambil jalan pintas yang sama.. Hal ini tidak menyelesaikan masalah sama sekali.. Hanya membuat hati orang yang ditinggalkan merasa bersalah.. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya,, dan bila kita memiliki masalah seperti pak S jangan malu mengakuinya dan jangan menyerah untuk mencari jalan keluar,, karena bila kita menyerah dan lebih memilih mengakhiri hidup kita sendiri,, maka api neraka yang akan kita dapatkan.. jauh lebih buruk daripada sel tahanan..
Thursday, August 26, 2010
Berita Mengejutkan dari Tetangga Depan Rumah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 komentar:
Post a Comment